Share This

Senin, 03 September 2012

Mahasiswa Tingkat Akhir harus Ingat "SKRIPSI"

Dihadapkan dengan realita ternyataa sudah menginjak tahun ke tiga gua kuliah disini. jadi mahassiwa tingkat akhir dengan galauan bernama "SKRIPSI" Harus dihadapi bukan dihindari ataupun ditunda..#Bismillah pasti bisa!! 
                                                    

Dengan begitu Banyak Judul yang diajukan akhirnya terpilihlah judul "Succesful Aging Pada Lanjut Usia Ditinjau Dari Aktifitas Dan Kebermaknaan Hidup" sebagai judul skripsi gua semoga bisa cepat selesai dan maret tahun 2013 gua bisa wisuda jadi tambah panjang sedikit gua punya nama " Fajar Tri Purnama S.kep" Amin ya ALLoh...


Kalau ada yang belum tau apa itu Skripsi, ne ada sedikit paparannya : 
istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. 
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhirsarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal skripsi
  • Penelitian
  • Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
  • Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:

  • Pengajuan judul skripsi / meminta topik skripsi dari dosen
  • Penelitian + bimbingan skripsi sambil penelitian
  • Seminar
  • Sidang
  • Revisi

Penerimman Angota Baru di Ospek Universitas

Stan UPL dalam Expo UKM 2012

Pemaparan UPL di pandu oleh fredi

Mahasiswa Baru Peserta Ospek


Semangat Angkat Perahu!!!

Berkibarlah Panji KU!!!!

stan nya rame sekali berjubel-jubel..

lagi memperhatikan foto2 kegiatan

penuh dari segala penjuru

Senin 3 September 2012, Bertempat di Auditorium Unsoed Graha Widyatama telah diselenggarakan kegian ospek universitas. Dalam kesempatan UPL tidak melewatkan kesempatan yang ada untuk ikut mensukseskan kegiatan ini. Berbagai UKM yang ada di Unsoed satu persatu unjuk gigi dengan menampilkan potensi UKM nya kepada mahasiswa baru sebagai gambaran bahwa kuliah tidak selalu hanya soal kampus dan belajar foramal namun organisasi juga amat penting dalam menunjang pembentukan karakter yang kuat untuk bekal nantinya terjun di masyarakat. UPL yang merupakan UKM yang bergerak dibidang kepencntalaman bukan hanya sekedar mengajak anggotanya untuk berkegiatan di alam namun juga menerapkan prinsip-prinsip organisasi yang mandiri,kuat, dan berintegrutas.



Banyak prestasi yang telah diraih, hal ini menunjukkan bahwa UPL senantiasa berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik untuk organisasi dan almamter. Antusias mahasisiwa baru terhadap UPL melebihi dugaan begitu besar. Tercermin dari begitu banyak mahasiswa yang dengan seksama memperhatikan pemaparan tentang UPL baik dari kegiatan, prestasi, dan sejarah UPL. Begitupun ketika acara dilanjutkan dengan open recruitment di tempat stan, mahasiswa baru yang mendaftar begitu berjubel sampai-sampai panitia pun kewalahan. Diharapkan dari para pendaftar ini akan muncul anggota -anggota UPL yang baru dan siap mengemban tongkat estafet organisasi dan siap mneorehkan prestasi-prestasi yang lebih membanggakan lagi di masa depan.(onad/369)

Sabtu, 25 Agustus 2012

KKN Desa Gumingsir, Wanadadi Banjarnegara 2012


KKN singakatan dari Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu wujud nyata pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa yang pada kesempatan ini lebih difokuskan pada POSDAYA yakni upaya pemeberdayaan berbasis pemberdayaan keluarga yang meliputi 4 pilar utama : pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Tim KKN Desa Gumingsir bersama Perangkat Desa Gumingsir
Banyak kisah ,banyak cerita pastinya adari 35 hari yang begitu berkesan. Keramahan warga, kerjasama Tim KKN dan seabreg proker yang harus dijalankan yang menambah wawasan kita tentang bagaimana berkegiatan di masyarakat, ibarat kata KKN itu merupakan miniatur  yang nantinya menjadikan modal awal terjun langsungnya kita  di masyarakat setelah lulus nanti. Sehingga sayang sekali jika disia-siakan dan tidak maksimal dijalani.
Sekelumit akan saya ceritakan tentang pengalaman KKN saya di desa Gumingsir ini dari awal keberangkatan sampai akhir kegiatan yang sudah dijalani.

10 juli 2012
Awal keberangkatan. Dimulai dari suasana yang saya bilang kacau tidak ada  koordinasi yang jelas. Kamipun berangkat bersama – sama satu dpl dengan desa medayu dan linggasari. Perjalanan selama sekitar 1 jam kami tempuh menuju aula kecamatan rakit untuk melakukan pelepasan bersma perangkat pejabat kabupaten Banjarnegara. Acara selesai pukul 11.00 wib yang dilanjutkan dengan perjalanan menuju rumah induk semang kami, rumah bapak masngad di desa Gumingsir. Hari pertama ini kami isi dengan kegiatan pembuatan papan posko dan silaturahmi dengan warga sekitar posko.
Minggu Pertama (10 juli – 15 juli 2012)
Banyak kegiatan diawal keberadaan kami di desa ini, hampir setiap hari terdapat undangan pertemuan baik pengajian, rapat rt,dll dengan warga. Minggu pertama ini juga di isi dengan pencocokan  proker – proker apa saja yang sesuai dan pas untuk dijalankan di desa Gumingsir ini. Mulai dari perkenalan dengan seluruh perangkat desa dan  rapat perdana pengurus posdaya desa Gumingsir, yang pada intinya warga sangat antusias menerima kedatangan kami bersebelas ini untuk ikut memberdayakan warga desa Gumingsir dengan meliputi 4 pilar pokok utama yakni kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.
Kegiatan di bidang ekonomi yakni pembuatan variasi makanan juga diadakan pada minggu ini berupa pembuatan nugget tahu dengan peserta ibu-ibu pkk.
Minggu Kedua (16 juli – 22 juli 2012)
Masih berkutat dengan keadaan yang sama apa lagi kalau bukan realisasi proker?? Dari mulai PHBS kepada anak SD dan MI. Kegiatan ini merupakan  salah satu proker di bidang kesehatan yang harus saya jalankan. Mulai dari persiapan sampai hari pelaksannaan kami semua berkerjasma saling bahu- membahu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Di minggu ini saya pertama kalinya menjadi pembicara di desa ini walaupun itu hanya tampil di depan anak-anak SD dan MI yang begitu sangat antusias dalam mengikuti materi dan praktek cuci tangan dan sikat gigi yang benar.  Pengajuan proposal bantuan dan sponshorsip juga kebanyakan dilakukan pada minggu ini. Ada juga kegiatan penyegaran yakni  jalan-jalan  ke dieng.
Minggu Ketiga (23 juli – 19 juli 2012)
Realisasi program di minggu ini kebanyakan di bidang pendidikan mulai  dari sosialisasi komputer, pendidikan formal, lomba mewarnai tingkat tk dan paud, dan lomba kebersihan kelas. Untuk kegiatan perpustakaan dan bimbingan belajar sudah terlaksana setiap minggunya. Kegiatan penyegarannya seperti biasa jalan-jalan, kali ini ke waduk mrica dan  alun-alun banjarnegara.
Minggu Keempat (20 juli – 5 agustus 2012)
Kembali disibukkan dengan proker yang semakin banyak dan  tingkat kejenuhan yang semakin meningkat yang  sering membuat komunikasi yang kurang berjalan lancar. Namun semua itu bukan  menjadi masalah yang begitu berarti bagi kami semua. Di fokuskan pada acara sosialisasi tanaman obat keluarga pada para perangkat desa dan pembuatan kerajinan kain flanel untuk ibu-ibu desa. Kegiatan tersebut  diselingi juga  dengan sosialisasi menopouse dan asi ekslusif yang belum begitu dipahami betul oleh ibu-ibu warga desa gumingsir. Pada minggu ini juga diselenggarakan pemeriksaan tulang dan mata gratis bagi warga yang tujuannya untuk mengetahui kondisi tulang dan mata warga desa khususnya lansia agar dapat lebih menjaga kesehatan tulang dan mata. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan anlene dan optik lucky Banjarnegara.
Minggu Kelima (6 agustus – 12 agustus 2012)
Minggu terakhir kami berada di desa ini bukannya semakin santai karena kegiatan yang berkurang namun malah kegiatannya bertambah banyak. Dimulai dari pengambilan bibit pohon yang jumlahnya mencapai 200 an lebih bibit sumbangan dari serayu kayuindo dan indonesia power untuk dibagikan ke warga desa. Adanya kerjasama dengan Yayasan Lupus Indonesia berupa pengadaan kegiatan sosialisasi mengenal lebih dekat penyakit lupus yang dibawakan oleh saya sendiri sebagai pembicara serta pembagian booklet yang berjumlah 1000 buah dan poster sejumlah 250 buah yang dibagikan pada warga desa, siswa-siswi SMA, puskesmas dan posyandu. Antusias warga dalam sosialisasi ini sangat tinggi debuktikan dengan banyaknya peserta yang hadir serta begitu banyaknya pertanyaan yang muncul selama penyuluhan. Bukan hanya lupus, diselenggarakan pula sosialisasi HIV/AIDS serta nonton bareng film dokumenter tentang HIV/AIDS yang juga mendapat antusias yang sangat tinggi pula. Dalam kesempatan ini saya juga berkesempatan menjadi pembicara.  Kegiatan selanjutnya adalah  sosialisasi pembuatan pupuk organik dan pembuatan biopori bagi petani di desa gumingsir yakni dibawakan oleh ibu tuti salah seorang pakar pertanian organik di Banjarnegara. Minggu terakhir ini kami fokuskan juga pada acara perpisahan dengan warga berupa kegiatan pelaporan hasil KKN dan nonton bareng hasil KKN serta diadakannya lomba yang sekaligus untuk memeriahkan HUT RI bagi warga disekitar posko. Menariknya pertama kalinya dan mungkin yang terakhir dalam KKN ini kami diundang sebagi peserta lomab cerdas cernat yang diadakan warga. Kegiatan yang sangat menghibur dengan banyaknya gelak tawa para peserta dan penonton.
Itulah sekelumit cerita dari KKN ini semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk KKN kedepan yang lebih baik lagi. Terima kasih >>>

Rabu, 15 Agustus 2012

12 Hari yang tak terlupakan


Long March
Pengalaman pertama memang takkan pernah terlupa, begitu juga dengan pengalaman eks-siswa Pendidikan dasar XXVI UPL MPA UNSOED. Selama 12 hari  dari tanggal -12 Februari 2010, mereka menjalani sebuah rangkaian pendidikan dasar sebagai calon anggota Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam. Bukan hanya fisik yang diperlukan di pendidikan ini tetapi mental juga, karena ini merupakan sebuah perjalanan awal untuk bergelut di alam yang tak kenal cuaca. Berbagai materi diberikan mulai dari meteri ruang dan praktek materi. Materi yang di berikan antara lain meteri Keorganisasian, Navigasi Darat, Iklim dan medan, penaksiran, PPPK, SAR, Caving, Rock Climbing, swamping, rafting, survival, dan manajemen perjalanan. Materi ruang ini di berikan di Ruang 7 fakultas Biologi Unsoed pada hari pertama dan kedua.   Gambar : Longmarch melintasi Gn.Karang (Matahari sangat menyengat)
            Sebagai penggiat kegiatan di alam, sedikitnya kita harus peduli dengan daerah sekitar, jadi kita mencoba untuk menjalankan seruan pemerintah “one man, one tree”. Kegiatan itu kita namakan bakti lingkungan, berada di daerah Pamijen, kec Baturaden. Kegiatan dengan penanaman pohon mahoni sebanyak 200 buah di jalan raya Pamijen sepanjang 200 m. Semoga nantinya bisa bermanfaat untuk mengurangi polusi dan dapat merindangkan jalan raya tersebut.
            Praktek pertama yang dilakukan adalah praktek Gunung hutan yang bertempat disekitar lereng selatan Gunung Slamet. Selama 3 hari 2 malam para siswa diksar mempraktekan materi yang telah diberikan antara lain latihan Navigasi Darat dan survival. Praktek navigasidarat ini para siswa latihan menentukan titik mereka dengan dip eta, kemudia menggunakan guide jalur dan dituangkan ke dalam peta. Sedangkan survival dengan mempraktekan teknik survival, seperti membuat biovak alam, perapian, tidur gantung, jerat, pencarian sumber air, makan tanaman survival dan hewan survival. Pada hari terakhir siswa simulasi SAR untuk mencari dan menolong survivor yang sedang hilang di hutan, karena kegiatan UPL tidak lepas dari SAR dan PBA.
            Praktek yang kedua yaitu praktek Goa, berada di Darmakradenan. Pejalanan dari Kalipagu ke Dramakradenan memakan waktu 2 hari dengan menempuh medan bukit-bukit, igir “kampret” yang kemiringannya hampir 70 derajad, menyebrang sungai “kali mengaji”, jalan di rel kereta yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta jalan desa yang sekarang telah banyak menjadi jalan aspallong march ini di pimpin oleh sie long march. Praktek di hari 8 ini mampraktekan teknik berjalan di goa yang berlumpur, pemetaan goa, dan rapeling di Goa. Pada hari yang sama siswa pindah basecamp ke Karangkemojing, yang biasanya dipimpin oleh sie long march kali ini dipimpin oleh basecamp. Pada hari berikutnya praktek Rock Climbing, dengan mempraktekan SRT (single rope technique) menggunakan prusiking, rapeling serta keseimbangan. Cuaca yang panas tidak mengendurkan semangat para siswa.
            Hri ke-10 merupakan long march terpanjang sebelum praktek terakhir menuju Jeruk legi. Melewati panasnya gunung karang, bukit penyesalan yang bakalan ga menyesal setelah melewatinya karena indah bukan main pemandangannya, hutan karet sebagai perbatasan Banyumas-Cilacap. Praktek terakhir pada hari ke 11 yaitu praktek rawa. Sebelum praktek rawa, carier siswa diharuskan untuk di packing dengan aman, dengan plastic packing, agar barang bawaan tidak basah oleh air rawa. Praktek ini melewati 3 rawa, rawa pertama dengan keadaan surut, jadi teknik berjalan dirawa harus digunakan, yaitu dengan berjalan cepat dan tidak boleh menginjak jejak teman sebelumnya agar tidak terperosok semakin dalam ke lumpur. Ada kejadian lucu, sepatu salah seorang siswa copot karena terperosok ke dalam lumpur dan siswa tersebut menangis dibuatnya. Rawa kedua kondisi sudah pasang karena hujan, sehingga siswa hanya berenang saja dengan carrier sebagai pelampungnya. Begitu juga pada rawa ke tiga.
            Setelah  mandi dan makan ikan bakar di tritih, masih ada perjalanan menuju ke pantai Tegal katilayu untuk pengukuhan. Sebelumnya ada pengarahan dari pembina dan kemahasiswaan rektorat agar para siswa selalu semangat dan memanfaatkan hari-harinya dengan berorganisasi selain dengan kuliah saja, karena organisasi dapat melatih kita untuk biasa berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain, serta bisa mengatur waktu dan membuat suatu pekerjaan dengan baik. Perjalanan masih dilanjutkan menuju ke Tegalkatilayu. Pengukuhan di pantai Tegal Katilayu Cilacap adalah suatu adegan yang dramatis. Betapa tidak, setelah 11 hari berjuang, berjalan, kelelahan, ada tangisan, kesakitan semua hilang, melebur karena sebuah kain segitiga orange dengan semboyan dari Panglima Besar Jenderal Soedirman dan burung hantu lambang organisasi bertengger di atas pundak menandakan telah resmi manjadi anggota muda UPL MPA UNSOED. Saudara baru tebentuk, dan mendapatkan sebuah keluarga besar yang akan berjuang bersama-sama.
            Pendidikan dasar yang memeras fisik ini membutuhkan kesehatan yang benar-benar fit. Oleh karena itu panitia selalu mengecek kesehatan para siswa. Cek kesehatan ini dilaksanakan sebelum melaksanakan long march. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan dari siswa agar bisa memprediksikan kekuatan mereka dalam berjalan dan sampai di basecamp berikutnya. Jika siswa malas untuk menggunakan minyak komando/baby oil setiap mau long march, dan malas untuk merawat saat di basecamp maka dipastikan kakinya bisa terkena penyakit melepuh atau kutu air.
            Pendidikan dasar ini di ikuti oleh 24 orang siswa, dan 22 orang lulus. 2 lainnya karena ada masalah teknis, ijin orang tua dan kesehatan. Harapan besar tercurah dengan adanya para anggota baru bergabung di keluarga besar UPL MPA. Semoga UPL semakin besar dengan citra-citra yang semakin baik dan selalu membuat sejarah di dunia kepecintaalaman di Indonesia terutama di lingkungan UNSOED.

Jumat, 06 Juli 2012

Pelepasan Atlit Ekspedisi Soedirman V Jaya Wijaya 2012


Atlet Bersama Para Pejabat Unsoed dan Kepolisian
Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL-MPA) merupakan UKM yang bergerak dalam kegiatan alam bebas yang berada di lingkungan UNSOED. Puncak gunung tertinggi dunia yang pernah ditaklukkan yaitu Gunung El Brus di Rusia tahun 2005 dengan ketinggian 5642 mdpl dan gunung Kilimanjaro Afrika tahun 2009 dengan ketinggian 5895 mdpl. Pada ekspedisi Soedirman V kali ini, akan melakukan pendakian Puncak Soemantri dan Puncak Cartenz Piramid di pulau Papua yang juga merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, dengan ketinggian 4.884 mdpl.  Bertempat di Gedung Rektorat UNSOEDLantai III, Jum’at(6/7) berlangsung prosesi pelepasan Tim ekspedisi Soedirman V yang dihadiri oleh Rektor, Prof. Edy Yuwono, Ph.D, Pembantu Rektor III Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si, Kepala Biro Kemahasiswaan Drs.Sudiro, M.MPd, Pembantu Dekan III pada masing-masing Fakultas, pembina UPL-MPA Drs.Indarmawan MS, perwakilan dari Polres Banyumas dan Pemda Kabupaten Banyumas serta para anggota UPL-MPA.
Panji Unsoed di serahkan oleh Rektor kepada ketua tim operasional
Menurut Dimas Nugroho selaku ketua Pelaksana Ekspedisi Soedirman V, memaparkan dari awal pra operasional dan proses kepanitiaan yang terbentuk mulai tahun 2011 serta menjelaskan jenis ekspedisi yang ada di UPL-MPA UNSOED yaitu ekspedisi biasa yang terbagi dalam enam divisi  dan ekspedisi besar yang mempunyai skala yang lebih besar. Ekspedisi besar diberi nama “Ekspedisi Soedirman”, sesuai dengan nama almamater dan selama ini telah melaksanakan Empat Ekspedisi Soedirman. Dalam ekspedisi yang akan diberangkatkan tanggal 15 juli 2012 sampai dengan 20 Agustus 2012 ini, tim beranggotakan tiga orang yaitu Yogi Nugraha mahasiswa Fakultas Hukum, Setiyawan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Krisna Adresta mahasiswa Fakultas Peternakan. Tim akan Jalur yang akan ditempuh melalui Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Propinsi Papua.
Rektor memberikan sambutan sekaligus melepas Tim. Dalam sambutannya, Rektor memberikan apresiasi dan motivasi kepada Tim Ekspedisi Soedirman V dan berpesan  agar selalu menjaga kesehatan & kedisiplinan, menjadi duta UNSOED dan menjadi bagian masyarakat akademik dengan belajar selama dalam perjalanan sesuai dengan bacground pendidikan. Rektor juga mendoakan agar sepanjang perjalanan selama kurang lebih satu bulan senantiasa mendapatkan kemudahan, perlindungan dan berkah dari Tuhan yang Maha Esa. Selalu bersemangat dengan Maju Terus Pantang Menyerah.
Acara diakhiri dengan penyerahan Panji UPL-MPA UNSOED dan Bendera UNSOED kepada Tim Ekspedisi Soedirman V yang diserahkan langsung oleh Rektor dan Ketua UPL-MPA.(onad/369)

Kamis, 05 Juli 2012

UPL MPA UNSOED Kerjasama Dengan Yayasan Lupus Indonesia Gelar Seminar “Mengenal Lebih Dekat Penyakit Lupus”


Foto bareng crew pendakian peduli lupus 2012
Bertempat di gedung Rektorat UNSOEDLantai III, Kamis(5/7) berlangsung seminar tentang mengenal lebih dekat penyakit lupus bersama perempuan pendaki peduli lupus 2012. Seminar ini digelar berkat kerjasama Yayasan Lupus Indonesia (YLI) dengan Unit Pandu Lingkungan-Mahasiswa Pecinta Alam(UPL-MPA) UNSOED. Menurut Doso Hidayahtulloh, selaku Ketua UPL-MPA, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap penyakit Lupus sehingga diperlukan sosialisasi tentang penyakit ini. Kegiatan akan berlanjut dengan pendakian Gunung Slamet yang mempunyai ketinggian 3428 mdplpada keesokan harinya.
Pembantu Rektor III Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si memberikan  sambutan dan secara langsung membuka seminar. Dalam sambutannya PR III memberikan apresiasi yang luar biasa & memotivasi UPL_MPA atas dedikasinya selama ini dan pada kesempatan ini membuktikan melalui sosialisasi penyakit lupus bersama yayasan lupus Indonesia. Dalam seminar yang dipaparkan oleh salah satu anggota Tim Pendaki Amalia Yunita  dan Tiara Safitri selaku ketua Yayasan Lupus Indonesia, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi mengenai penyakit lupus ini merupakan inisiatif sekelompok perempuan Indonesia yang prihatin terhadap perkembangan penyakit lupus di Indonesia dengan melakukan misi kemanusiaan melalui kegiatan pendakian. Pendakian sendiri diawali pada tahun 2006 lalu. Setiap pendakian diawali dengan sosialisasi didaerah setempat dan pada tahun ini direncanakan pendakian 12 Gunung yang ada di Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Data dari YKI jumlah penderita lupus per juni 2012 sebanyak 12.477 Odapus (orang dengan lupus) dan 90% penderitanya perempuan.
Menurut Tiara, penyakit lupus atau penyakit seribu wajah merupakankondisi dimana antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh justru akan menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat pada berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah, kelainan inilah disebut autoimunitas dimana antibodi yang berlebihan. Dipaparkan pula mengenai penyebab penyakit lupus (secara genetik, hormon dan lingkungan), gejala dan tandanya, bagaimana mendeteksinya sampai dengan terapi secara medis untuk menekan penyakit lupus.
Dengan diadakan sosialisasi ini diharapkan publik akan memiliki pengetahuan tentang penyakit lupussecara menyeluruh, menginspirasi para Odapus untuk terus menjalin persahabatan sehingga memunculkan kepedulian. Seminar diikuti sekitar 260 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan umum.

Selasa, 19 Juni 2012

Caving di Gua Petruk

Berangkat dari Purwokerto Jam 12 malem

Kesasar nyampe Pasar Gombong

Gaya dulu sebelum masuk gua

3 sekawan 

di mulut gua ngaso dulu

di dalam gua pose lagi


pengamatan gua

stalakmit dan stalaktit

ditemani cahaya lilin

tetes air di lonceng


Jumat, 08 Juni 2012


Krip - Krip Ada yang masih ingat????

33 TAHUN UPL MPA UNSOED BERKARYA UNTUK UNSOED DAN INDONESIA


sambutan ketua panitia
Purwokerto, 8 juni 2012 UPL MPA UNSOED genap berusia yang ke 33 tahun.  UPL MPA UNSOED  berdiri pada tahun 1979, era dimana mulai bermunculannya organisasi – organisasi pencinta alam  di Indonesia.  “33 tahun bukan waktu yang sedikit, banyak hal yang telah ditorehkan baik prestasi dalam hal kepencintalaman dan keorganisasian  yang tujuannya adalah nama harum organisasi itu sendiri dan juga almamater”.demikian Dosso Hidayah Tullah selaku ketua umum UPL dalam sambutannya pada perayaan disnatalis UPL ke 33.
kegiatan donor darah
Dalam rangkaian peringatan disnatalis kali ini UPL menyelenggarakan kegiatan yang antara lain : Donor darah yang terselenggara pada tanggal 6 juni 2012, tasyakuran pada tanggal 7 juni 2012 yang dilanjutkan dengan pemutaran film hasil kegiatan UPL selama 33 tahun berkarya. Donor darah sendiri sebagai wujud kepedulian sosial UPL yang dilaksanakan bekerjasama dengan PMI Banyumas mendapat antusias yang sangat baik, ditandai oleh banyaknya pendonor yang menyumbangkan darahnya.  Sedangkan puncak perayaan yang disenggarakan hari berikutnya, dimulai dengan acara do’a dan tahlil bersama untuk mendo’akan para pendahulu yang telah berjasa pada UPL  dan dilanjutkan dengan tasyakuran serta pemutaran film yang dihadiri oleh Mapala se Banyumas dan UKM – UKM yang ada di Unsoed. Dalam kesempatan ini dari pihak rektorat sendiri diwakili oleh Pembantu Rektor III Unsoed Prof.Dr. Imam Santoso, M.si. yang berkenan menghadiri acara dan sekaligus mengucapkan selamat kepada UPL MPA UNSOED di hari jadinya yang ke 33 semoga semakin berprestasi dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi organisasi dan alamamater.
33 tahun bukanlah sebuah akhir, masih banyak hal – hal yang perlu di raih.  Dan kedepannya UPL berkomitmen menjadi organisasi yang matang dengan anggota –angota yang mempunyai loyalitas tinggi, berinisiatif dan menjungjung tinggi rasa kebersamaan. Maju terus UPL MPA UNSOED berkarya untuk Unsoed dan Indonesia.(onad/369)


Jumat, 25 Mei 2012

Next Trip

Gunung Semeru
Jalur Pendakian Semeru
Bismillah, Abis lebaran tahun ini berangkat ke Semeru !!!

PMO 2012


Pada tanggal 17-19 Mei 2012 bertempat di Wisma Taurus BBPTU Baturraden UPL MPA UNSOED mengadakan acara Pelatihan Manajerial Organisasi. Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara UPL dengan YPLS (Yayasan Pandu Lingkungan Soedirman). Pelatihan ini  merupakan acara yang di selenggarakan untuk yang ketiga kalinya setelah PMO pertama di tahun 2000 dan PMO kedua tahun 2008.
Dengan tema ” Loyalitas dan Disiplin Diri untuk Mewujudkan Generasi yang Cerdas dan Berkualitas ” diharapkan dapat  lebih meningkatkan kemampuan berorganisasi tiap-tiap anggota agar dapat lebih meningkatkan prestasi dalam berbagai hal. Materi yang di berikan dalam kesempatan kali ini meliputi Manajemen Organisasi, Manajemen Ekspedisi, Leadership dan Eight Habbit, Pendidikan dan Latihan , Pewarisan Nilai-Nilai UPL, serta materi tentang Kebijakan Lingkungan Hidup yang dibawakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Selain materi yang diberikan dalam ruangan para peserta juga diberikan materi lapangan berupa games yang ditujukan untuk melatih kerjasama dan kekompakan. Pada malam harinya juga diadakan acara api unggun bersama untuk lebih meningkatkan keakraban diantara para peserta.
Tidak hanya pelatihan, dalam kesempatan ini juga diadakan temu alumni anggota UPL dari seluruh Indonesia yang merupakan Anggota Luar Biasa UPL MPA UNSOED.  Dilakukan juga penandatangan komitmen bersama peserta  sebagai wujud komitmen nyata yakni disiplin, inisiatif, dan kebersamaan. Disamping itu juga dilakukan penebaran 3000 benih ikan sebagai wujud nyata kepedulian UPL terhadap lingkungan yang dilaksanakan pada akhir acara.
Adanya PMO ini  diharapkan mampu menambah wawasan tentang keorganisasian, bagaimana suatu organisasi dibentuk dan pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan, mengembangkan kemampuan peserta dalam menyusun administrasi suatu kegiatan, serta melatih cara komunikasi yang baik dan pentingnya sebuah kebersamaan. (onad/369)




Minggu, 13 Mei 2012

IND 2012 #merawat indonesia

12 mei itu moment yang tepat untuk berbuat lebih....bukan hanya perayaan simbolis dan berlalu begitu saja..



Senin, 07 Mei 2012

Nilai waktu dalam Kehidupan


untuk menilai nilai satu tahun, tanyakan seorang yang gagal dalam ujian kenaikannya..
untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakan seorang ibu yang melahirkan bayi premature..
untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakan seorang editor majalah mingguan..
untuk mengetahui nilai satu hari, tanyakan seorang buruh harian yang punya enem anak untuk diberi makan..
untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakan kekasih yang sedang menentikan waktu bertemu..
untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta...
untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan...
untuk mengethui nilai satu mili detik , tanyakan seorang yang memenangkan medali di olimpiade...
ingat waktumu berharga ...manfaatkan jangan  tersia...tanpa hasil apapun ..karena waktu takkan pernah kembali....

Selasa, 01 Mei 2012

May Day Hari Buruh Internasional




May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangankapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat danAmerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.