Ingin keliling INDONESIA..2015
Minggu, 27 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Next Trip
| Gunung Semeru |
| Jalur Pendakian Semeru |
PMO 2012
Pada tanggal 17-19 Mei 2012 bertempat di Wisma Taurus BBPTU Baturraden UPL MPA UNSOED mengadakan acara Pelatihan Manajerial Organisasi. Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antara UPL dengan YPLS (Yayasan Pandu Lingkungan Soedirman). Pelatihan ini merupakan acara yang di selenggarakan untuk yang ketiga kalinya setelah PMO pertama di tahun 2000 dan PMO kedua tahun 2008.
Dengan tema ” Loyalitas dan Disiplin Diri untuk Mewujudkan Generasi yang Cerdas dan Berkualitas ” diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan berorganisasi tiap-tiap anggota agar dapat lebih meningkatkan prestasi dalam berbagai hal. Materi yang di berikan dalam kesempatan kali ini meliputi Manajemen Organisasi, Manajemen Ekspedisi, Leadership dan Eight Habbit, Pendidikan dan Latihan , Pewarisan Nilai-Nilai UPL, serta materi tentang Kebijakan Lingkungan Hidup yang dibawakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Selain materi yang diberikan dalam ruangan para peserta juga diberikan materi lapangan berupa games yang ditujukan untuk melatih kerjasama dan kekompakan. Pada malam harinya juga diadakan acara api unggun bersama untuk lebih meningkatkan keakraban diantara para peserta.
Tidak hanya pelatihan, dalam kesempatan ini juga diadakan temu alumni anggota UPL dari seluruh Indonesia yang merupakan Anggota Luar Biasa UPL MPA UNSOED. Dilakukan juga penandatangan komitmen bersama peserta sebagai wujud komitmen nyata yakni disiplin, inisiatif, dan kebersamaan. Disamping itu juga dilakukan penebaran 3000 benih ikan sebagai wujud nyata kepedulian UPL terhadap lingkungan yang dilaksanakan pada akhir acara.
Adanya PMO ini diharapkan mampu menambah wawasan tentang keorganisasian, bagaimana suatu organisasi dibentuk dan pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan, mengembangkan kemampuan peserta dalam menyusun administrasi suatu kegiatan, serta melatih cara komunikasi yang baik dan pentingnya sebuah kebersamaan. (onad/369)
Minggu, 13 Mei 2012
IND 2012 #merawat indonesia
12 mei itu moment yang tepat untuk berbuat lebih....bukan hanya perayaan simbolis dan berlalu begitu saja..
Senin, 07 Mei 2012
Nilai waktu dalam Kehidupan
untuk menilai nilai satu tahun, tanyakan seorang yang gagal dalam ujian kenaikannya..
untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakan seorang ibu yang melahirkan bayi premature..
untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakan seorang editor majalah mingguan..
untuk mengetahui nilai satu hari, tanyakan seorang buruh harian yang punya enem anak untuk diberi makan..
untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakan kekasih yang sedang menentikan waktu bertemu..
untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta...
untuk mengetahui nilai satu detik, tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan...
untuk mengethui nilai satu mili detik , tanyakan seorang yang memenangkan medali di olimpiade...
ingat waktumu berharga ...manfaatkan jangan tersia...tanpa hasil apapun ..karena waktu takkan pernah kembali....
Selasa, 01 Mei 2012
May Day Hari Buruh Internasional
May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangankapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat danAmerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Sabtu, 28 April 2012
Aksi Peringatan Hari Bumi 2012 Bersih Sampah Kota
Purwokerto 22 april 2012
| Beraksi Bersama Rapatkan Barisan |
| Samapah yang diperoleh |
| Bersma Bupati Banyumas |
| Indonesia Hijau |
Peringatan Hari Bumi 2012, dalam
kesempatan ini FORDIK ( Forum Dinamika
Kepencintaalaman ) Banyumas menggelar aksi bersih kota dalam rangka
memperingati hari bumi yang diikuti puluhan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam di Banyumas .
Dengan mengambil tema bersihkan, hijaukan , dapatkan kami serempak
membersihkan sampah – sampah kota yang ada di sepanjang jalan yang kami lalui.
Teknis acara ,tim di bagi menjadi dua kelompok , tim 1 mengambil start di depan sri ratu sedangkan
tim 2 mengambil start di STAIN Purwokerto yang dengan waktu bersamaan berjalan
menuju alun-alun purwokerto.
Disamping membersihkan sampah
kota kami sekaligus melakukan kampanye hidup bersih kepada masyarakat di sepanjang jalan yang dilewati. “ Cara paling mudah adalah dimulai dari diri
sendiri” ujar Fajar sebagai koordinator lapangan aksi bersih kota tersebut.
Peringatan hari bumi kali ini juga mendapat respon positif dari Bapak Mardjoko
selaku Bupati Banyumas, beliau sangat
mengapresiasi kegiatan anak – anak muda yang peduli dengan lingkungan. Cukup mencengangkan dengan hanya jarak beberapa
kilometer saja, jumlah sampah yang diperoreh mencapai puluhan kantong trash
bag, dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat akan sampah masih sangat
rendah dan juga peran pemerintah dalam hal ini masih belum optimal dalam
masalah penanggulangan sampah khususnya di Kota Purwokerto. Bersihkan,
Hijaukan, dapatkan .. Selamat hari Bumi 2012..( fajar/369)
Hari Bumi Eart Day, hari khusus
buat bumi tercinta kita. Bumi yang telah tua dan sakit karena ulah tangan –
tangan yang tidak bertanggung jawab. Kita diingatkan kembali bahwa alam
merupakan sebuah satu kesatuan yang utuh, yang mana bila satu komponennya saja
terganggu maka ia akan mengeluarkan murkanya. Itulah sekelumit tentang hari bumi hari di mana 42
tahun yang lalu hari ini dicanangkan sebagi konsekuensi dari sebuah Gagasan
Gaylord Nelson salah seorang senator amerika serikat yang memandang perlunya
isu-isu lingkungan hidup masuk dalam kurikulum pendidikan.
Dukungan ini mencapai puncaknya
pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke
jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para
perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke
jalan pada 22 April 1970.
Moment ini kemudian menjadi
tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22
April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi
utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal
22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.
Dari hal termudah?? Kebanyakan
orang sibuk mengurusi argumen –argumen dan konsep- konsep mereka lupa inti dari
sebuah penyelamatan lingkungan adalah sebuah tindakan. Membuang sampah pada
temapatnya, mungkin ini terlihat spele namun kultur orang Indonesia belum bisa
mnerapkannya dengan baik. Idealnya
setiap hari adalah hari bumi, sehingga setiap hari pula masyarakat peduli
dengan bumi. Namun dari diri sendirilah yang harus kita mulai untuk berbuat
untuk mlestarikan bumi...Salam lestari ..
Minggu, 22 April 2012
mungkin ini yang bisa aku tulis apa yang aku rasakan ...tersudut, sendiri , bingung..
itulah kata yang pantas menggambarkan keadaanku saat ini..
dimanapun berada sama..masih mencari tempat "Bahagia" yang entah berada dimana..
sebuah permohonan kecil berbeda dari kebanyakan orang ...ya.ini aku ..aku yang berbeda sehingga
merasa tersisih..dari kenyataan hidup..
sudut hati merasa terkoyak seakan ribuan jarum menusuk bertubi ..maaf jika aku salah ..but i don't understand
mengapa seperti ini..
kata orang bahagia itu pilihan " aku sudah memilih" tapi bahagia tak kunjung datang,,
itulah kata yang pantas menggambarkan keadaanku saat ini..
dimanapun berada sama..masih mencari tempat "Bahagia" yang entah berada dimana..
sebuah permohonan kecil berbeda dari kebanyakan orang ...ya.ini aku ..aku yang berbeda sehingga
merasa tersisih..dari kenyataan hidup..
sudut hati merasa terkoyak seakan ribuan jarum menusuk bertubi ..maaf jika aku salah ..but i don't understand
mengapa seperti ini..
kata orang bahagia itu pilihan " aku sudah memilih" tapi bahagia tak kunjung datang,,
Sabtu, 21 April 2012
Jumat, 20 April 2012
Sudahlah
Sudahlah, kita lupakan.
Sebentar saja.
Tentang cinta.
Tentang masa depan.
Tentang beratnya rintangan.
Tentang masa lalu.
Tentang ketidak jelasan.
tentang... Tentang... Tentang...
Ah, sudahlah...
Mari kita nikmati yang ada.
Dengan secangkir kopi dan sebatang rokok.
Semoga waktu berhenti,
Hanya pada saat kita bahagia.
copas dari catatan teman..pas banget menggambarkan keadaanku hari ini..:)
Kampung Laut, Segara Anakan, Mangrove
![]() |
| Penanaman Mangrove |
![]() |
| Penanaan Mangrove oleh warga Kampung Laut |
![]() |
| Menuju Desa Ujung Alang Kampung Laut |
![]() |
| Melewati Jembatan di Desa Ujung Alang |
Setahun lebih telah berlalu sejak ku jejakkan kaki di kampung laut, Cilacap. Kampung Laut sebuah daerah di pesisir selatan cilcap bersebelahan dengan pulau nusa kambngan. Tepatnya terletak di kawasan segara anakan. Jauh memang perjalanan yang harus di tempuh untuk menuju tempat ini, mulai dari jalan darat sampai perahu yang harus ku naiki karena memang akses satu2 nya hanya melewati laut. Miris, ternyata kehidupan disini begitu sederhana, kesederhanaan yang di paksakan, tak tersentuh oleh para birokrat negri. dari jaringan listrik yang minim ( hanya mengandalkan genset) air bersih yang minim, kondisi perekonomian yang begitu memperihatinkan. Namun semangat orang2 kampung laut perlu diacungi jempol, mereka tidak hanya mengeluh dengan keadaan yang ada namun berusaha bangkit mengatasi keadaan. Terutama pada bidang lingkungan, mereka sangat konsen akan hal itu, mereka sadar bahwa mereka hidup dikawasan mangrove, mangrove lah sumber kehidupan mereka. Mangrove rusak kehidupan merekapun akan ikut rusak. Dimulai dari kesadaran inilah mereka mulai menjaga kelestarian magrove yang ada.
Kedatanga kun kesini juga dalam rangka ikut berkontribusi dalam pelestarian mangrove dengan melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat kampung laut. Disamping ada misi pribadi ( tentunya ). Suatu saat ingi rasanya kembali ke temapat ini memetik hasil dari apa yaang sudah dilakukan yakni hamparan hijau hutan mangrove segara anakan ...go green..Save mangrove...
Selasa, 17 April 2012
Rabu, 11 April 2012
Aim High
“Bercita-citalah setinggi langit.” ~ Pepatah Bijak
If You Can Aim High, Why You Should Aim Low?
Minggu, 08 April 2012
Jumat, 06 April 2012
Kamis, 05 April 2012
Rabu, 04 April 2012
Sepenggal Catatan dari Gunung Arjuno-Welirang
Kopas dari sahabatku ...cerita dulu saat bareng2 mbolang ke JAWA TIMUR....
Gunung Arjuno (3.339 m dpl) adalah gunung api tua dan sudah tidak aktif, Sedangkan Gunung Welirang (3.156 m dpl), masih ada aktifitas yang ditunjukkan dengan adanya kawah belerang. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak pada satu gunung yang sama dan terletak dalam satu rangkaian dengan Gunung Anjasmoro dan Gunung Ringgit. Pada lembah-lembah diantaranya, terutama di lereng Gunung Arjuno dan Ringgit, terdapat puluhan peninggalan purbakala yang berserakan dan belum ditangani secara tuntas. Sebagian tertutup semak-belukar.
Senin, 25 Juli 2011
Ye! Gunung terakhir! Hari ini saya bersama keempat tim pengembaraan dari UPL MPA Unsoed Sigit, Hata, Fajar, dan Mas Dosso mendaki gunung ketiga dalam rangkaian pendakian kami menuju Gunung Arjuno-Welirang setelah mendaki Gunung Raung dan Gunung Argopuro. Pukul 08.30 kami berangkat menuju Terminal Lama Probolinggo dengan bus Akas, satu-satunya bus jurusan Bremi – Probolinggo yang biasa mangkal tepat di samping Pesanggrahan.
Gunung Arjuno (3.339 m dpl) adalah gunung api tua dan sudah tidak aktif, Sedangkan Gunung Welirang (3.156 m dpl), masih ada aktifitas yang ditunjukkan dengan adanya kawah belerang. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak pada satu gunung yang sama dan terletak dalam satu rangkaian dengan Gunung Anjasmoro dan Gunung Ringgit. Pada lembah-lembah diantaranya, terutama di lereng Gunung Arjuno dan Ringgit, terdapat puluhan peninggalan purbakala yang berserakan dan belum ditangani secara tuntas. Sebagian tertutup semak-belukar.
Gunung Arjuno (atau Rajuna, nama kuno) terletak di Malang, Jawa Timur, bertype Strato dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak di Propinsi Jawa Timur Indonesia, Kedua gunung ini berada pada satu gugusan pegunungan. Untuk jalur pendakian ke puncak Arjuno dapat dimulai dari berbagai tempat, yaitu Tretes, Purwosari – Pasuruan, Wonosari - Lawang (Kebun Teh), dan Sumber Brantas (Jurang Kwali). Pendakian kami melalui jalur Jurang Kwali-Wonosari.
Dari Terminal Lama kami naik angkot sampai Terminal Bayu Angga Probolinggo. Dari terminal naik bus jurusan Malang sampai Karanglo. Dari Karanglo naik angkot warna oranye menuju pasar Karang Ploso. Di sana seperti biasa saya dengan ditemani Hata bertugas berbelanja keperluan logistik untuk pendakian nanti.
Dari Karang Ploso naik angkot lagi sampai Pertigaan Batu-Selecta. Kami menyewa angkot sampai Jurang Kwali, tetapi tarifnya mahal jika dibanding dengan tarif asli yang ditempel di pintu angkot. Itulah karena kami tidak tahu. Di sepanjang jalan pemandangan yang kami lihat sangat indah. Perkebunan apel Malang yang diselingi lahan pertanian palawija terhampar luas di kaki pegunungan yang tampak biru megah di kejauhan.
Di Jurang Kwali kami sempat berputar-putar karena alur perizinan yang tidak jelas. Sampai akhirnya kami tiba di pemandian air panas Cangar untuk mengurus izin dan membeli tiket masuk. Di sana kami bertemu dengan anak Mapala yang memberitahu kami mengenai basecamp pendakian. Gunung Arjuno-Welirang jalur Sumber Brantas tidak ada basecamp khusus, tetapi biasa menginap di Warung Makan Bu Sutami di Jurang Kwali.
Akhirnya pada pukul 17.00 kami tiba di Warung Makan Bu Sutami. Di sana kami menginap semalam dan packing logistik. Beban yang akan kami bawa besok lebih berat dari pendakian sebelumnya karena semua barang akan dibawa melintas. Air pun direncanakan akan mengambil dari bawah karena sepanjang jalur pendakian Arjuno-Welirang-Lawang tidak ada sumber air.
Selasa, 26 Juli 2011
Tepat pukul 06.00 kami meninggalkan Warung Makan Bu Sutami menuju sumber air terakhir. Jalan menuju sumber air melewati areal pertanian berupa wortel dan kentang. Jalur yang ditempuh cukup membingungkan karena banyak persimpangan. Kami pun sempat berputar-putar cukup lama. Pada pukul 08.30 kami mengambil air di tandon dan sarapan pagi sebuah gubuk sampai pukul 10.50. Saat kami memulai perjalanan,matahari sudah bersinar terik terutama di areal pertanian kentang. Jalur yang ditempuh relatif landai dan sesekali menanjak saat masuk punggungan baru.
Pukul 12.50 kami tiba di Persimpangan Gunung Arjuno-Welirang dan melakukan coffee break sampai pukul 14.00. Di sana pun kami menyimpan cadangan air yang dibawa saya dan Fajar. Jalur menuju Puncak Welirang relatif terjal dan banyak pohon tumbang. Kami pun sempat tersesat di punggungan G.Kembar 1 karena jalurnya kurang jelas. Jalur melebar dan terdiri dari batu-batu putih di jalur penambang belerang. Pergerakan kami tidak begitu cepat karena Hata yang hari itu berulangtahun kelelahan. Saya sudah merasakannya di gunung pertama (G. Raung), sekarang giliran kau, Bung!
Di plawangan carrier kami ditinggal untuk mempercepat pergerakan dan hanya punya Fajar yang dibawa. Untuk mendaki Puncak Welirang disarankan memakai penutup hidung karena terdapat gas belerang yang dapat menyesakkan napas. Jalur menuju puncak berbatu-batu labil dan harus hati-hati. Pukul 17.25 kami sampai di Puncak Welirang, puncak ketiga kami. Sunset di puncak ini sungguh menakjubkan!
Di puncak kami hanya menghabiskan waktu 15 menit untuk berfoto karena hari sudah hampir malam dan berbahaya jika berlama-lama di puncak. Pukul 17.40 kami turun dan mendirikan camp di Pos Batu Besar pada koordinat 07° 44’01”LS dan 112° 34’24”BT.
Rabu, 27 Juli 2011
Hari ini adalah operasional menuju Puncak Arjuno. Kami mulai berjalan dari pukul 08.00 menuju Persimpangan Gunung Arjuno-Welirang. Di perjalanan kami bertemu dengan penambang belerang.
Dari persimpangan mengambil jalan yang menanjak ke arah kiri. Di antara rerumput ilalang dan pohon-pohon cemara terdapat sumber uap panas (fumarole) di beberapa tempat. Jalan landai begitu masuk savana, lalu melipir punggungan G.Kembar II. Pemandangan menuju Gunung Arjuno sangat indah, hampir sama dengan keadaan vegetasi di Gunung Argopuro. Bunga-bunga primula polifera yang kuning, edelweiss, rosseberry, dan rumput tumbuh subur di antara cemara-cemara yang menjulang.
Setelah melintas padang rumput, jalan menanjak di punggungan baru yang menuju puncak. Di salah satu dataran yang cukup luas kami melakukan ishoma pada pukul 12.25. Pukul 14.25 kami melanjutkan perjalanan. Dari tempat ishoma, Puncak Arjuno sudah terlihat tapi jalur yang ditempuh masih panjang dan bercuaca panas. Pada pukul 15.15 kami tiba di Tugu Perbatasan Malang-Pasuruan. Kaki kanan di Malang, kaki kiri di Pasuruan. Sakti, kan?
Akhirnya, pada pukul 15.30 kami tiba di Puncak Arjuno, puncak terakhir dalam operasional pengembaraan. Spanduk pengembaraan dan panji UPL MPA kembali terbentang di puncak gunung. Selembar merah putih besar yang berkibar-kibar menyambut kedatangan kami. Dengan berpegangan tangan kami berdiri di puncak itu, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur kami. Alhamdulillah, Allah memberikan kami kekuatan untuk menyelesaikan pengembaraan ini.
Tak lama di puncak, kami segera turun menuju jalur Lawang. Di sekitar puncak terdapat empat tugu memorial. Setelah itu jalur terjal dengan vegetasi centigi, edelweiss, dan paku-pakuan. Pukul 16.50 tiba di pertigaan jalur Lawang dan jalur Purwosari. Kami putuskan untuk memaksimalkan pergerakan sebelum hari gelap. Akhirnya pada pukul 17.45 kami melakukan camp pada koordinat 07° 46’58”LS dan 112° 36’36”BT.
Rabu, 28 Juli 2011
Pukul 08.15 kami memulai perjalanan turun. Target hari ini adalah turun ke Pos Izin Pendaki di Desa Wonorejo Lawang dan menuju ke Surabaya. Jalur turun tidak begitu terjal, melewati hutan dan savana.Kejadian saat di Gunung Raung terjadi lagi. Kami kekurangan air karena kurang kontrol pemakaian.
Di sepanjang perjalanan, di kejauhan Gunung Semeru tampak mengintip di antara awan-awan tebal. Pukul 09.00 kami tiba di Shelter III (Pos Mahapena). Di sana kami break selama 15 menit sembari menikmati pemandangan menakjubkan di arah timur. Bukit-bukit bervegetasi rumput dan cemara begitu cerah bermandikan cahaya matahari. Gunung Semeru tampak mempertunjukkan pemandangan yang luar biasa, menyemburkan asap tebal ke langit yang sedang biru-birunya.
Jalur setelah Pos Mahapena cukup licin dan tertutup semak dan rerumputan, lalu masuk padang rumput yang sangat luas yang dikenal dengan nama Oro-Oro Ombo. Cuaca di Oro-Oro Ombo sangat terik, ditambah lagi dengan persediaan air yang sangat sedikit. Pemandangan di Oro-Oro Ombo begitu indah. Rumput-rumput yang hijau kekuningan, bunga-bunga putih, tampak memesona dipadu dengan hamparan awan putih yang berarak di bawah kami.
Setelah Oro-Oro Ombo tiba di Shelter II (Pos Lincing). Di sini terdapat bangunan kayu yang dapat dimanfaatkan untuk bermalam. Dari Pos Lincing jalan lebar, kering, dan panjang. Terdapat pohon-pohon sengon kecil yang baru ditanam, saliara, rumput gajah, dan pisang.
Pukul 11.40 tiba di perkebunan teh. Dari bangunan tempat pengumpulan teh mengambil jalan ke arah kiri, lalu masuk jalan setapak di tengah perkebunan teh untuk mempercepat menuju Desa Wonorejo. Jalan menuju desa sangat jauh, sementara kerongkongan kami sudah terasa kering kehausan. Akhirnya pada pukul 12.50 kami tiba di Pos Izin Pendaki Desa Wonorejo Lawang. Di sana kami bersih-bersih, masak, dan yang paling penting minum sampai puas.
Setelah selesai beraktivitas, kami berangkat menuju Stasiun Lawang pada pukul 16.25 dengan menggunkan ojek, bonceng tiga dengan membayar Rp. 7.500,00/motor. Di Stasiun Lawang menunggu kereta komuter jurusan Stasiun Gubeng Surabaya sampai pukul 19.30. Pukul 21.00 kami tiba di Stasiun Gubeng dengan disambut live music. Sungguh perjalanan yang sangat mengesankan. It’s unforgettable moment !
Dari Karang Ploso naik angkot lagi sampai Pertigaan Batu-Selecta. Kami menyewa angkot sampai Jurang Kwali, tetapi tarifnya mahal jika dibanding dengan tarif asli yang ditempel di pintu angkot. Itulah karena kami tidak tahu. Di sepanjang jalan pemandangan yang kami lihat sangat indah. Perkebunan apel Malang yang diselingi lahan pertanian palawija terhampar luas di kaki pegunungan yang tampak biru megah di kejauhan.
Di Jurang Kwali kami sempat berputar-putar karena alur perizinan yang tidak jelas. Sampai akhirnya kami tiba di pemandian air panas Cangar untuk mengurus izin dan membeli tiket masuk. Di sana kami bertemu dengan anak Mapala yang memberitahu kami mengenai basecamp pendakian. Gunung Arjuno-Welirang jalur Sumber Brantas tidak ada basecamp khusus, tetapi biasa menginap di Warung Makan Bu Sutami di Jurang Kwali.
Akhirnya pada pukul 17.00 kami tiba di Warung Makan Bu Sutami. Di sana kami menginap semalam dan packing logistik. Beban yang akan kami bawa besok lebih berat dari pendakian sebelumnya karena semua barang akan dibawa melintas. Air pun direncanakan akan mengambil dari bawah karena sepanjang jalur pendakian Arjuno-Welirang-Lawang tidak ada sumber air.
Selasa, 26 Juli 2011
Tepat pukul 06.00 kami meninggalkan Warung Makan Bu Sutami menuju sumber air terakhir. Jalan menuju sumber air melewati areal pertanian berupa wortel dan kentang. Jalur yang ditempuh cukup membingungkan karena banyak persimpangan. Kami pun sempat berputar-putar cukup lama. Pada pukul 08.30 kami mengambil air di tandon dan sarapan pagi sebuah gubuk sampai pukul 10.50. Saat kami memulai perjalanan,matahari sudah bersinar terik terutama di areal pertanian kentang. Jalur yang ditempuh relatif landai dan sesekali menanjak saat masuk punggungan baru.
Pukul 12.50 kami tiba di Persimpangan Gunung Arjuno-Welirang dan melakukan coffee break sampai pukul 14.00. Di sana pun kami menyimpan cadangan air yang dibawa saya dan Fajar. Jalur menuju Puncak Welirang relatif terjal dan banyak pohon tumbang. Kami pun sempat tersesat di punggungan G.Kembar 1 karena jalurnya kurang jelas. Jalur melebar dan terdiri dari batu-batu putih di jalur penambang belerang. Pergerakan kami tidak begitu cepat karena Hata yang hari itu berulangtahun kelelahan. Saya sudah merasakannya di gunung pertama (G. Raung), sekarang giliran kau, Bung!
Di plawangan carrier kami ditinggal untuk mempercepat pergerakan dan hanya punya Fajar yang dibawa. Untuk mendaki Puncak Welirang disarankan memakai penutup hidung karena terdapat gas belerang yang dapat menyesakkan napas. Jalur menuju puncak berbatu-batu labil dan harus hati-hati. Pukul 17.25 kami sampai di Puncak Welirang, puncak ketiga kami. Sunset di puncak ini sungguh menakjubkan!
Di puncak kami hanya menghabiskan waktu 15 menit untuk berfoto karena hari sudah hampir malam dan berbahaya jika berlama-lama di puncak. Pukul 17.40 kami turun dan mendirikan camp di Pos Batu Besar pada koordinat 07° 44’01”LS dan 112° 34’24”BT.
Rabu, 27 Juli 2011
Hari ini adalah operasional menuju Puncak Arjuno. Kami mulai berjalan dari pukul 08.00 menuju Persimpangan Gunung Arjuno-Welirang. Di perjalanan kami bertemu dengan penambang belerang.
Dari persimpangan mengambil jalan yang menanjak ke arah kiri. Di antara rerumput ilalang dan pohon-pohon cemara terdapat sumber uap panas (fumarole) di beberapa tempat. Jalan landai begitu masuk savana, lalu melipir punggungan G.Kembar II. Pemandangan menuju Gunung Arjuno sangat indah, hampir sama dengan keadaan vegetasi di Gunung Argopuro. Bunga-bunga primula polifera yang kuning, edelweiss, rosseberry, dan rumput tumbuh subur di antara cemara-cemara yang menjulang.
Setelah melintas padang rumput, jalan menanjak di punggungan baru yang menuju puncak. Di salah satu dataran yang cukup luas kami melakukan ishoma pada pukul 12.25. Pukul 14.25 kami melanjutkan perjalanan. Dari tempat ishoma, Puncak Arjuno sudah terlihat tapi jalur yang ditempuh masih panjang dan bercuaca panas. Pada pukul 15.15 kami tiba di Tugu Perbatasan Malang-Pasuruan. Kaki kanan di Malang, kaki kiri di Pasuruan. Sakti, kan?
Akhirnya, pada pukul 15.30 kami tiba di Puncak Arjuno, puncak terakhir dalam operasional pengembaraan. Spanduk pengembaraan dan panji UPL MPA kembali terbentang di puncak gunung. Selembar merah putih besar yang berkibar-kibar menyambut kedatangan kami. Dengan berpegangan tangan kami berdiri di puncak itu, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur kami. Alhamdulillah, Allah memberikan kami kekuatan untuk menyelesaikan pengembaraan ini.
Tak lama di puncak, kami segera turun menuju jalur Lawang. Di sekitar puncak terdapat empat tugu memorial. Setelah itu jalur terjal dengan vegetasi centigi, edelweiss, dan paku-pakuan. Pukul 16.50 tiba di pertigaan jalur Lawang dan jalur Purwosari. Kami putuskan untuk memaksimalkan pergerakan sebelum hari gelap. Akhirnya pada pukul 17.45 kami melakukan camp pada koordinat 07° 46’58”LS dan 112° 36’36”BT.
Rabu, 28 Juli 2011
Pukul 08.15 kami memulai perjalanan turun. Target hari ini adalah turun ke Pos Izin Pendaki di Desa Wonorejo Lawang dan menuju ke Surabaya. Jalur turun tidak begitu terjal, melewati hutan dan savana.Kejadian saat di Gunung Raung terjadi lagi. Kami kekurangan air karena kurang kontrol pemakaian.
Di sepanjang perjalanan, di kejauhan Gunung Semeru tampak mengintip di antara awan-awan tebal. Pukul 09.00 kami tiba di Shelter III (Pos Mahapena). Di sana kami break selama 15 menit sembari menikmati pemandangan menakjubkan di arah timur. Bukit-bukit bervegetasi rumput dan cemara begitu cerah bermandikan cahaya matahari. Gunung Semeru tampak mempertunjukkan pemandangan yang luar biasa, menyemburkan asap tebal ke langit yang sedang biru-birunya.
Jalur setelah Pos Mahapena cukup licin dan tertutup semak dan rerumputan, lalu masuk padang rumput yang sangat luas yang dikenal dengan nama Oro-Oro Ombo. Cuaca di Oro-Oro Ombo sangat terik, ditambah lagi dengan persediaan air yang sangat sedikit. Pemandangan di Oro-Oro Ombo begitu indah. Rumput-rumput yang hijau kekuningan, bunga-bunga putih, tampak memesona dipadu dengan hamparan awan putih yang berarak di bawah kami.
Setelah Oro-Oro Ombo tiba di Shelter II (Pos Lincing). Di sini terdapat bangunan kayu yang dapat dimanfaatkan untuk bermalam. Dari Pos Lincing jalan lebar, kering, dan panjang. Terdapat pohon-pohon sengon kecil yang baru ditanam, saliara, rumput gajah, dan pisang.
Pukul 11.40 tiba di perkebunan teh. Dari bangunan tempat pengumpulan teh mengambil jalan ke arah kiri, lalu masuk jalan setapak di tengah perkebunan teh untuk mempercepat menuju Desa Wonorejo. Jalan menuju desa sangat jauh, sementara kerongkongan kami sudah terasa kering kehausan. Akhirnya pada pukul 12.50 kami tiba di Pos Izin Pendaki Desa Wonorejo Lawang. Di sana kami bersih-bersih, masak, dan yang paling penting minum sampai puas.
Setelah selesai beraktivitas, kami berangkat menuju Stasiun Lawang pada pukul 16.25 dengan menggunkan ojek, bonceng tiga dengan membayar Rp. 7.500,00/motor. Di Stasiun Lawang menunggu kereta komuter jurusan Stasiun Gubeng Surabaya sampai pukul 19.30. Pukul 21.00 kami tiba di Stasiun Gubeng dengan disambut live music. Sungguh perjalanan yang sangat mengesankan. It’s unforgettable moment !
Naskah Oleh :
Y. Yulia Andriani
Jln. Tentara Pelajar No. 50 Ciamis 46211
Selasa, 03 April 2012
Judule Pengin Tuku Pit Onthel
Goes2 ...ngonthel ria..
gara2 disambangi temen dari Jakarta kemaren jadi kepengen beli sepeda jenis ini. udah dari setengah tahun yang lalu sbenernya pengen beli, tapi gara2 sibuk macem2 nyampe kelupaan, eh pas udah inget tinggal duitnya yang kagak ada. Jadi harus rajin2 nabung ne buat beli..
gara2 disambangi temen dari Jakarta kemaren jadi kepengen beli sepeda jenis ini. udah dari setengah tahun yang lalu sbenernya pengen beli, tapi gara2 sibuk macem2 nyampe kelupaan, eh pas udah inget tinggal duitnya yang kagak ada. Jadi harus rajin2 nabung ne buat beli..
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)





